Dalam sebuah langkah yang mengejutkan banyak pihak, Amerika Serikat (AS) memilih untuk menolak resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengutuk invasi Rusia ke Ukraina. Keputusan ini diambil pada Senin (24/2) dan menandai pergeseran kebijakan luar negeri AS yang sebelumnya dikenal sebagai pendukung kuat Ukraina dalam melawan agresi Rusia. Langkah ini menjadi salah satu yang paling kontroversial selama pemerintahan Presiden Donald Trump.
Dalam pemungutan suara yang digelar di New York, 93 negara mendukung resolusi berjudul *”Advancing a comprehensive, just, and lasting peace in Ukraine”*. Namun, 65 negara memilih abstain, sebagian besar adalah negara-negara yang memiliki hubungan dekat dengan Moskow. Sementara itu, Rusia dan 17 negara lainnya, termasuk AS, menolak resolusi tersebut.
Resolusi ini menyatakan keprihatinan mendalam atas invasi skala penuh Rusia ke Ukraina yang telah berlangsung selama tiga tahun, dengan dampak yang menghancurkan tidak hanya bagi Ukraina, tetapi juga bagi stabilitas regional dan global. Resolusi tersebut menyerukan de-eskalasi, penghentian permusuhan secepatnya, dan penyelesaian damai atas konflik. Selain itu, resolusi ini menuntut Rusia untuk segera menarik seluruh pasukan militernya dari wilayah Ukraina yang diakui secara internasional.
Penolakan AS terhadap resolusi ini menempatkan negara tersebut berseberangan dengan sekutu-sekutunya di Eropa, seperti Prancis dan Inggris, yang justru mendukung resolusi tersebut. Alih-alih mendukung resolusi yang mengutuk Rusia, AS malah mengajukan resolusi tandingan yang tidak menyebut Rusia sebagai agresor dan tidak menegaskan integritas teritorial Ukraina. Resolusi AS hanya menyerukan diakhirinya konflik dan perdamaian yang langgeng antara Ukraina dan Rusia.
Keputusan AS ini menimbulkan pertanyaan besar tentang arah kebijakan luar negeri negara tersebut, terutama dalam menghadapi konflik yang melibatkan kekuatan global seperti Rusia. Sementara AS menegaskan bahwa langkah ini adalah upaya menuju perdamaian, banyak pihak yang melihatnya sebagai pembelaan terselubung terhadap agresi Rusia.
Bagi sobat andi yang tertarik dengan topik seputar ilmu negarawan, dapat membaca buku berjudul “Ilmu Negara,Unsur-unsur Negara; Tujuan, Fungsi dan Asal Mula, Jenis-jenis Bentuk Negara dan Pemerintahan Organisasi Internasional” melalui link dibawah ini.