Pesawat Azerbaijan Airlines, J2-8243, jatuh di Aktau, Kazakstan, pada Rabu lalu, menewaskan 38 dari 67 orang di dalamnya. Penyelidikan awal mengungkap bahwa sistem pertahanan udara Rusia, khususnya sistem Pantsir-S, kemungkinan menjadi penyebab kecelakaan ini.
Menurut laporan Reuters, pesawat yang terbang dari Baku menuju Grozny berbelok jauh dari jalurnya dan terbang di area yang sering digunakan untuk serangan pesawat nirawak Ukraina. Komunikasi pesawat dilaporkan terputus akibat “peperangan elektronik” saat mendekati Grozny. Sumber dari Azerbaijan menyatakan bahwa mereka berharap Rusia mengakui penembakan pesawat tersebut, meskipun tidak ada pihak yang mengklaim tindakan itu dilakukan secara sengaja.
Beberapa sumber lain, termasuk pejabat Azerbaijan dan AS, mengonfirmasi bahwa pesawat mungkin secara tidak sengaja ditembak oleh sistem pertahanan Rusia. Laporan menyebutkan bahwa pecahan peluru menghantam penumpang saat pesawat meledak di udara. Pakar penerbangan membandingkan kerusakan pada pesawat dengan insiden Malaysia Airlines MH17 yang ditembak jatuh pada tahun 2014.
Juru bicara Rusia, Dmitry Peskov, mengecam spekulasi sebelum penyelidikan selesai. Kotak hitam pesawat telah ditemukan, dan klaim sebelumnya bahwa pesawat jatuh setelah melewati sekawanan burung telah dibantah. Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, menyatakan hari berkabung dan membatalkan kunjungan ke Rusia untuk menghadiri pertemuan puncak CIS. Aliyev menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap pemulihan bagi yang terluka.
Bagi sobat andi yang tertarik dengan topik seputar perawatan kondisi darurat, dapat membaca buku berjudul “Keperawatan Gawat Darurat dan Bencana Sheeh” melalui link dibawah ini.
Baca disini: Keperawatan Gawat Darurat dan Bencana Sheehy.