Setelah lebih dari setahun terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat serangan brutal Israel, ratusan ribu warga Palestina akhirnya diizinkan kembali ke Gaza utara pada Senin, 27 Januari 2025. Pembukaan pos pemeriksaan militer yang memisahkan wilayah tersebut menandai akhir dari pengusiran paksa yang telah berlangsung lama.
Di kota Gaza, kerumunan orang bersorak-sorai menyambut kedatangan mereka, meski kenyataan pahit menanti di depan. Menurut data terbaru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 80.000 bangunan di Gaza utara telah hancur. PBB memperkirakan bahwa diperlukan waktu lebih dari 350 tahun untuk membangun kembali Gaza jika blokade tetap ada.
Tingkat kerusakan yang sebenarnya baru dapat diukur setelah pertempuran berakhir dan akses penuh diberikan kepada inspektur. Data satelit menunjukkan bahwa 69% bangunan di Gaza telah rusak, dengan kerusakan diperkirakan mencapai US$18,5 miliar atau sekitar Rp299 triliun dalam empat bulan pertama perang.
Sebelum proses pembangunan dapat dimulai, puing-puing yang berserakan harus dibersihkan. PBB memperkirakan lebih dari 50 juta ton puing yang mengotori Gaza, dan dengan lebih dari 100 truk yang bekerja penuh waktu, pembersihan ini bisa memakan waktu lebih dari 15 tahun. Kondisi ini diperparah oleh adanya bahan berbahaya dan sisa-sisa jasad yang masih tertimbun.
Pembersihan dan pembangunan kembali akan membutuhkan miliaran dolar serta akses untuk membawa bahan bangunan ke wilayah tersebut, yang saat ini tidak terjamin. Perjanjian gencatan senjata yang ada menyebutkan proyek rekonstruksi selama tiga hingga lima tahun, namun kesepakatan yang lebih kompleks masih harus dinegosiasikan.
Di sisi lain, masyarakat internasional mendukung pembentukan pemerintahan yang stabil di Tepi Barat dan Gaza, tetapi tanpa adanya kesepakatan yang jelas, kehidupan di Gaza mungkin akan tetap terjebak dalam kemiskinan dan ketidakpastian.
Kembalinya warga Palestina ke Gaza adalah langkah awal menuju pemulihan, tetapi tantangan besar masih mengintai. Dengan harapan yang menguat, warga Gaza berjuang untuk membangun kembali kehidupan di tengah reruntuhan, meskipun masa depan yang cerah masih terlihat jauh di depan.
Bagi sobat andi yang tertarik dengan topik seputar rekonstruksi ekonomi, dapat membaca buku berjudul “Supply Chain Economic, Rekonstruksi Inovasi Daya Saing Increasing Return” melalui link dibawah ini.
Baca disini: Supply Chain Economic, Rekonstruksi Inovasi Daya Saing Increasing Return.