Dubes Jepang untuk Indonesia, Masaki Yasushi, merespons viralnya tagar #KaburAjaDulu yang mendorong warga Indonesia mencari kerja di luar negeri. Dalam acara National Day Reception di Jakarta (20/2), Masaki menegaskan Jepang membuka pintu lebar untuk tenaga terampil asal Indonesia.
Dihadapkan pada penurunan populasi dan kebutuhan tenaga kerja, Jepang berencana merekrut 820 ribu pekerja asing hingga 2029. “Kami sangat menghargai pekerja Indonesia yang ulet di sektor manufaktur, perikanan, hingga layanan medis,” ujar Masaki. Data menunjukkan jumlah TKI di Jepang melonjak 192% sejak 2018, mencapai 121.507 orang pada 2024.
Meski membuka peluang, Masaki menekankan pentingnya kemampuan berbahasa Jepang tingkat dasar. “Komunikasi sederhana perlu dikuasai agar adaptasi lebih mudah,” jelasnya. Namun, ia menegaskan tidak ada diskriminasi terhadap latar belakang agama. “Masyarakat Jepang kini semakin memahami praktik Islam, termasuk penyediaan ruang ibadah dan makanan halal,” tambahnya.
Tren #KaburAjaDulu muncul sebagai kritik terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Jepang menawarkan gaji rata-rata Rp18,7 juta/bulan—jauh di atas upah minimum di banyak daerah Indonesia. Masyarakat mengeluhkan lapangan kerja terbatas, gaji tak layak, dan jaminan sosial yang belum memadai.
Masaki berkomitmen meningkatkan kerja sama ketenagakerjaan kedua negara. “Target kami bukan sekadar jumlah, tapi memastikan pekerja Indonesia mendapat hak dan lingkungan kerja yang layak,” pungkasnya. Langkah ini diharapkan bisa menjadi solusi win-win solution: Jepang atasi defisit tenaga kerja, sementara Indonesia kurangi tekanan pengangguran.
Bagi sobat andi yang tertarik bekerja di jepang, dapat membaca buku berjudul “All About Japan ; Panduan Lengkap dan Informatif Tentang Jepang untuk Belajar, Bekerja dan Berwisata” melalui link dibawah ini.
Baca disini: All About Japan ; Panduan Lengkap dan Informatif Tentang Jepang untuk Belajar, Bekerja dan Berwisata.