Situasi politik di Filipina semakin memanas setelah Wakil Presiden Sara Duterte-Carpio mengancam akan membunuh Presiden Ferdinand Marcos Jr. Ia bahkan mengklaim telah menyewa pembunuh untuk menghabisi presiden, serta mengancam Ibu Negara Liza Araneta dan Ketua DPR, Romualdez. Ancaman ini muncul di tengah konflik antara dua keluarga politik yang sebelumnya bekerja sama dalam pemilihan umum 2022.
Sara menuduh Marcos Jr sebagai pencandu narkoba dan mengaitkan Ibu Negara dengan korupsi. Romualdez, sepupu Marcos, juga dituduh mengambil dana untuk kampanye 2028. Kantor Komunikasi Kepresidenan menanggapi ancaman ini dengan serius.
Namun, Pemimpin Mayoritas DPR, Manuel Jose Dalipe, berpendapat bahwa ancaman Sara adalah cara untuk mengalihkan perhatian dari dugaan korupsi di kantornya. Ia mencatat adanya penyelewengan dana sebesar 625 juta peso yang diterima oleh Kantor Wakil Presiden dan Departemen Pendidikan. Dalipe mengingatkan publik untuk tidak terpengaruh oleh emosi dan tetap fokus pada isu korupsi.
Konflik antara keluarga Marcos dan Duterte sudah berlangsung sejak Sara mundur dari kabinet pada Juni 2022. Ketegangan semakin meningkat setelah Ketua DPR mengurangi anggaran kantor wakil presiden, yang membuat Sara semakin marah. Meskipun mereka adalah musuh politik, kedua keluarga pernah bersatu dalam pemilihan umum, menciptakan dinamika politik yang rumit di Filipina.
Bagi sobat andi yang menyukai topik seputar ilmu bernegara, dapat membaca buku berjudul “Ilmu Negara,Unsur-unsur Negara; Tujuan, Fungsi dan Asal Mula, Jenis-jenis Bentuk Negara dan Pemerintahan Organisasi Internasional” melalui link dibawah ini.