Mahfud MD, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), menyatakan kesediaannya untuk bergabung dalam Komite Reformasi Kepolisian yang akan dibentuk oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto. Konfirmasi ini disampaikannya setelah bertemu dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya pada Selasa (16/9) pekan lalu.
Dalam pernyataannya di kanal YouTube resminya, Mahfud menegaskan bahwa dukungannya ini merupakan bentuk kontribusi nyata bagi negara. “Saya menyetujui seluruh rencana Pak Prabowo untuk reformasi dan saya bisa ikut membantu dalam Tim Reformasi Polri,” ujarnya.
Meskipun bersedia terlibat, Mahfud belum memastikan posisi spesifik yang akan diembannya dalam komite tersebut. Ia menekankan bahwa yang lebih penting adalah substansi dari reformasi itu sendiri. Menurutnya, setidaknya ada tiga aspek kunci yang harus menjadi fokus perbaikan dalam penegakan hukum oleh Polri: regulasi, kualitas aparat, dan budaya institusi.
Dari ketiga aspek tersebut, Mahfud menilai yang paling mendesak untuk dibenahi adalah budaya internal Kepolisian. Ia menyoroti bahwa Polri sebenarnya telah memiliki dasar hukum yang memadai. Persoalan utamanya justru terletak pada kultur yang telah bergeser dari nilai-nilai pengabdian.
“Polisi kehilangan kultur pengabdian. Kesan yang terbentuk di masyarakat seringkali buruk—seperti praktik pemerasan, pembekingan, dan yang paling parah, absennya meritokrasi. Untuk mendapatkan jabatan, seseorang lebih mengandalkan kedekatan dengan pimpinan atau bahkan transaksi finansial, sehingga menyulitkan orang-orang baik untuk maju,” paparnya.
Sebelumnya, Juru Bicara Istana Prasetyo Hadi telah membenarkan bahwa pemerintah memang mengundang Mahfud MD serta sejumlah tokoh lainnya untuk bergabung dalam komite ini. Prasetyo menegaskan bahwa proses rekrutmen masih berlangsung. “Sekarang sedang berproses untuk meminta kesediaan para tokoh untuk bergabung,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan pada Jumat (19/9).
Dengan kesediaan Mahfud MD, langkah awal reformasi Polri di bawah pemerintahan Prabowo mulai menemukan bentuk. Kolaborasi ini dinilai penting untuk mewujudkan transformasi yang substantif di tubuh Kepolisian Republik Indonesia.
Bagi sobat andi yang tertarik dengan topik seputar tes masuk polisi, dapat membaca buku berjudul “SMART BOOK++ MODUL SELEKSI KEPOLISIAN : Terlengkap & Terakurat Pasti Bisa Lolos” melalui link dibawah ini.
Baca disini: SMART BOOK++ MODUL SELEKSI KEPOLISIAN : Terlengkap & Terakurat Pasti Bisa Lolos.