Ginjal merupakan salah satu organ tubuh manusia yang mempunyai banyak fungsi seperti fungsi sekresi. Fungsi sekresi yaitu ginjal berfungsi untuk mengeluarkan sisa metabolisme yang beracun bagi tubuh manusia, sedangkan fungsi sekresi lain adalah ginjal berfungsi memproduksi beberapa hormon yang berguna untuk aktivitas sel di luar ginjal.
Ada suatu kondisi patologis di mana ginjal tidak mampu lagi menjalankan kedua fungsi tersebut, yang disebut dengan Gagal ginjal. Secara umum penyakit gagal ginjal dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronis.
Gagal ginjal sendiri adalah penyakit yang ditakuti, karena bersifat kronis dengan gejala yang sangat luas dan berdampak ke aspek sosial dan ekonomi pasien. Penderita gagal ginjal kronis di Indonesia sendiri sudah meningkat mencapai angka 20%. Pusat data dan Informasi Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PDPERSI) menyebutkan jumlah penderita gagal ginjal kronis diperkirakan sekitar 50 orang per 1 juta penduduk.
Gagal ginjal akut atau Acute Renal Failure (ARF) adalah fungsi ginjal yang menurun secara tiba-tiba (penurunan GFR) dan terjadi hanya dalam hitungan jam atau hari. Gagal ginjal akut biasanya terjadi secara mendadak tanpa didahului dengan gejala penurunan fungsi ginjal. Kasus ini terjadi ketika pasien bekerja terlalu berat, berolahraga, stres, dan sebagainya.
Gagal ginjal kronis Chronic renal failur atau sering disebut dengan CKD (Chronic Kidney Desease) adalah kerusakan ginjal progresif yang berakibat kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit, serta menyebabkan azotemia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah).
Bagi Sobat Andi yang tertarik dengan informasi tentang “Keperawatan Medikal Bedah Sistem Urologi”, Anda dapat menemukannya pada link yang tertera dibawah ini.