Dalam rapat Komisi II DPR yang berlangsung di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, pada Kamis (31/10/2024), terjadi sebuah momen yang mencuri perhatian ketika Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mendapat teguran dari anggota DPR, M. Taufan Pawe.
Rapat ini dipimpin oleh Ketua Komisi II, Rifqinizamy Karsayuda, dan dihadiri oleh Tito beserta dua wakil menterinya, Bima Arya Sugiarto dan Ribka Haluk.
Saat sesi pendalaman berlangsung, di mana anggota DPR diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan pertanyaan terkait kebijakan yang diusulkan oleh Tito, suasana menjadi kurang kondusif.
Tito tampak asyik mengobrol dengan kedua wakil menterinya, Bima dan Ribka, sementara anggota lainnya, termasuk Taufan, mulai memberikan tanggapan.
Merasa terganggu oleh percakapan tersebut, Taufan dengan tegas meminta perhatian Tito, mengatakan, “Bapak menteri, wakil menteri, dan jajarannya, izin pak, mohon diperhatikan. Kami ini lagi pendalaman.”
Teguran Taufan menyoroti pentingnya fokus dalam rapat, di mana ia menekankan bahwa jika Tito dan wakilnya terus berbicara, maka anggota DPR tidak akan dapat menyampaikan pendapat mereka dengan baik.
“Kalau Pak Menteri bicara, saya bicara, bagaimana bisa, Pak?” tegas Taufan, menunjukkan ketidakpuasan atas situasi yang ada.
Setelah menerima teguran tersebut, Tito segera menghentikan percakapan dengan Bima dan Ribka, lalu memberikan perhatian penuh kepada Taufan yang sedang berbicara.
Momen ini menjadi pengingat akan pentingnya disiplin dan fokus dalam rapat, terutama ketika membahas isu-isu yang berkaitan dengan kebijakan publik dan kepentingan masyarakat.
Rapat pun berlanjut dengan suasana yang lebih kondusif setelah Tito menunjukkan sikap mendengarkan yang lebih baik.
Bagi sobat andi yang menyukai topik seputar personal development, dapat membaca buku berjudul “The Power Of Focus” melalui link dibawah ini.
Baca disini: The Power Of Focus.