POLRI Gunakan Face Recognition untuk Pengamanan KTT G20

0

Keberhasilan Indonesia dalam menyelenggarakan Presidensi G20 di Bali, akan menjadi tolak ukur penting untuk membangkitkan kepercayaan dunia bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah yang sukses dalam melakukan pergelaran akbar seperti Presidensi KTT G20.

Menjelang pergelaran Konferensi Tingkat Tinggi G-20 yang diadakan pada 15-16 November 2022, Kepolisian Republik Indonesia bekerja sama dengan TNI dan Ditjen Imigrasi berusaha memperkuat sistem keamanan dengan menerapkan teknologi Camera Face Recognition dibeberapa titik penting seperti Bandara dan pelabuhan.

Kamera pengenal wajah tersebut dibekali dengan teknologi yang dapat mengidentifikasi wajah, mata, hidung, yang dilanjutkan dengan proses analisis secara detail menggunakan teknologi pencitraan 2D dan 3D. Selanjutnya algoritma data wajah tersebut langsung dikonversikan kedalam informasi digital, yang dintegrasikan dengan database kepolisian secara otomatis untuk mendapatkan hasil akurat dan cepat.

Dengan bantuan teknologi yang memiliki tingkat akurasi yang nyaris sempurna, Polri mengharapkan sistem tersebut dapat menambah efektivitas pengawasan imigrasi, khususnya membantu pihak berwenang untuk mengidentifikasi wajah WNI dan WNA yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Polri berserta seluruh jajaran yang terlibat, melakukan simulasi serta evaluasi terhadap strategi pengamanan KTT G20. Polri juga mempersiapkan strategi tactical floor dan tactical digital, serta membuat rekayasa lalu lintas untuk memastikan setiap rombongan tamu yang hadir tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas.

Bersamaan dengan ini, Ditjen Imigrasi meluncurkan sebuah layanan Electronic Visa In Arrival (e-Voa) yang telah diresmikan pada Rabu, 9 November 2022. Layanan ini ditujukan untuk mendukung KTT G20 serta meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata baik nasional dan mancanegara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello...
Ada yang bisa kami bantu...?