Presiden Prabowo Subianto mengundang delapan konglomerat Indonesia, termasuk Sugianto Kusuma (Aguan), Tomy Winata, dan Boy Thohir, ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (6/3/2025).
Pertemuan ini membahas program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, swasembada pangan, infrastruktur, dan pengembangan Badan Pengelola Investasi Danantara. Prabowo mengapresiasi dukungan para pengusaha terhadap kebijakan tersebut, meski sebagian di antara mereka tengah tersandung kontroversi bisnis.
Aguan, pendiri Agung Sedayu Group, terlibat skandal “pagar laut” di Tangerang melalui PT Pantai Indah Kapuk Dua yang menguasai Hak Guna Bangunan (HGB) di laut. Sementara Tomy Winata, pengembang Rempang Eco City di Batam, menuai protes warga akibat penggusuran paksa. Di sisi lain, Boy Thohir disebut dalam isu korupsi Pertamina, meski Kejaksaan Agung telah membantah keterlibatannya.
Pertemuan ini memicu pertanyaan tentang batasan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta yang bermasalah secara hukum. Meski tujuan resmi adalah memperkuat program nasional, rekam jejak kontroversial para taipan mengundang skeptisisme.
Dinamika ini menegaskan kompleksitas hubungan kekuasaan dan bisnis di Indonesia, di mana dukungan pembangunan sering kali beririsan dengan risiko pelanggaran sosial dan lingkungan.
Bagi sobat andi yang tertarik dengan topik seputar pengusaha, dapat membaca buku berjudul “Rich Inc. Setiap Orang Bisa Jadi Pengusaha” melalui link dibawah ini.
Baca disini: Rich Inc. Setiap Orang Bisa Jadi Pengusaha.