Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pesat, menyebut negeri ini sebagai salah satu kekuatan baru yang tengah merubah peta geopolitik global. Pernyataan itu disampaikan Putin saat berdialog dengan Direktur Utama LKBN ANTARA, Akhmad Munir, di St. Petersburg, Rusia, Kamis dini hari, menjelang kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto.
Putin menekankan bahwa Indonesia, dengan populasi 280 juta jiwa yang terus bertambah, kini menjadi aktor penting dalam dinamika ekonomi dunia. “Indonesia berkembang sangat cepat. Ini bukan sekadar soal jumlah penduduk, tetapi juga transformasi struktur ekonomi, peningkatan PDB, dan kualitas sumber daya manusia,” katanya. Menurut Putin, negara-negara berkembang seperti Indonesia berjuang keras untuk mencapai kesejahteraan ekonomi melalui investasi di bidang pendidikan, teknologi, dan kebijakan strategis.
Pertemuan tertutup tersebut digelar di gedung bersejarah St. Petersburg Conservatory, saat penyelenggaraan Sidang Majelis Umum ke-19 Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik (OANA). Munir mengungkapkan bahwa Putin sengaja mengundang sejumlah pimpinan media internasional untuk membahas isu global, termasuk konflik Rusia-Ukraina, ketegangan Timur Tengah, dan perubahan geopolitik. “Dialognya dinamis dan produktif. Kami mendapat banyak wawasan langsung dari Presiden Putin,” ujar Munir.
Putin juga menegaskan hubungan kuat antara Rusia dan Indonesia yang telah terjalin selama puluhan tahun. Ia menyatakan komitmen untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang, termasuk ekonomi, pendidikan, dan ilmu pengetahuan. “Kami akan bahas detailnya dengan Presiden Prabowo saat pertemuan hari ini,” kata Putin, merujuk pada kunjungan kenegaraan yang dijadwalkan berlangsung Kamis.
Kehadiran Munir dalam dialog tersebut bertepatan dengan lawatan Prabowo ke Rusia. Sebelumnya, Presiden RI tiba di St. Petersburg pada Rabu (18/6) malam untuk membahas kerja sama strategis kedua negara. Dalam pertemuan dengan Putin, ANTARA turut mewakili pers Indonesia yang berperan sebagai jembatan informasi antarnegara.
Putin menilai perubahan global terjadi secara radikal, dengan negara-negara berkembang seperti Indonesia kini menempati posisi lebih dominan. “Dunia tidak lagi didominasi kekuatan tradisional. Negara dengan populasi besar dan ekonomi dinamis, seperti Indonesia, akan menjadi poros baru,” tutupnya.
Pertemuan ini menjadi simbol semakin dalamnya kemitraan Rusia-Indonesia, sekaligus refleksi ambisi kedua negara untuk memperkuat posisi di tengah ketidakpastian global.
Bagi sobat andi yang tertarik dengan topik seputar hubungan internasional, dapat membaca buku berjudul “Agama dan Kajian Hubungan Internasional” melalui link dibawah ini.
Baca disini: Agama dan Kajian Hubungan Internasional.