Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terhambat setelah Kementerian Keuangan pimpinan Sri Mulyani memblokir alokasi anggaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Menteri PU Dody Hanggodo mengungkapkan, realisasi dana untuk proyek IKN hingga Februari 2025 masih nol persen akibat kebijakan efisiensi belanja melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. Alokasi awal Rp110,95 triliun untuk Kementerian PU kini tersisa Rp29,57 triliun setelah pemangkasan Rp81,38 triliun.
“Anggaran kami terkunci. Saat ini, dana untuk IKN benar-benar tidak ada,” tegas Dody saat berbincang dengan wartawan di Kompleks DPR RI (5/2/2025). Meski demikian, ia berencana segera mengajukan permohonan tambahan anggaran ke Kementerian Keuangan. Dengan nada optimis, politikus Partai Demokrat ini bahkan menyebut angka fantastis Rp1.000 triliun sebagai harapan ideal pendanaan infrastruktur.
Dampak Penghematan: 10 Program Dipangkas
Kebijakan penghematan memaksa Kementerian PU mengambil langkah drastis:
1. Pembatalan proyek fisik baru dan pembelian peralatan
2. Pengurangan 90% anggaran perjalanan dinas (dalam/luar negeri)
3. Konversi rapat/seminar ke sistem daring
4. Penghapusan acara seremonial seperti Hari Air dan Hari Habitat Dunia
5. Efisiensi belanja operasional (pemeliharaan gedung hingga sewa kendaraan)
6. Penghematan ATK melalui sistem paperless office
7. Penghentian pembuatan spanduk dan banner promosi
8. Penundaan rekrutmen konsultan dan kajian teknis
9. Optimalisasi dana tanggap darurat secara selektif
10. Penyesuaian sistem penggajian berbasis kinerja
Dody mengakui timnya belum bisa meninjau langsung progres IKN karena fokus pada penataan ulang anggaran. “Prioritas utama kami saat ini adalah menyusun ulang skala prioritas. Kunjungan ke lokasi bisa menyusul setelah masalah pendanaan jelas,” ujarnya. Meski tantangan besar menghadang, mantan anggota DPR ini meyakinkan bahwa pembangunan infrastruktur strategis tetap akan berjalan sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.
Bagi sobat andi yang tertarik dengan topik seputar akuntansi biaya, dapat membaca buku berjudul “Praktik Akuntansi Biaya Manufaktur” melalui link dibawah ini.
Baca disini: Praktik Akuntansi Biaya Manufaktur.