Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina, kembali menyulut harapan perdamaian dengan menyatakan kesediaannya berdialog langsung dengan Vladimir Putin. Pernyataan itu disampaikannya dalam wawancara bersama jurnalis Inggris Piers Morgan pada Selasa (4/2).
“Jika duduk bersama Putin di meja perundingan adalah satu-satunya cara menghentikan perang dan menyelamatkan nyawa rakyatku, saya pasti akan melakukannya,” ujarnya tegas.
Meski begitu, Zelensky menegaskan bahwa dirinya tak akan bersikap ramah: “Saya menganggapnya musuh, dan saya yakin dia pun berpikir sama.”
Namun, tawaran itu langsung ditepis Moskow. Dmitry Peskov, juru bicara Kremlin, menyebut ucapan Zelensky sebagai “omong kosong” yang tak berdasar.
“Kesiapan berunding harus dilandasi keseriusan, bukan larangan hukum yang justru dibuat Zelensky sendiri pada 2022,” kritik Peskov. Ia merujuk pada dekrit Zelensky yang melarang dialog dengan Putin sejak awal perang.
Rusia juga mempertanyakan legitimasi Zelensky sebagai presiden, mengklaim masa jabatannya secara konstitusional telah berakhir pada Mei 2024. “Ukraina tak menggelar pemilu karena darurat militer, tapi terlepas dari itu, kami tetap terbuka untuk dialog,” tambahnya, ironis.
Di sisi lain, Putin telah menyatakan kesediaan Moskow berunding—tetapi bukan dengan Zelensky. Pernyataan ini mempertegas kebuntuan komunikasi kedua pihak. Hingga kini, perang masih berkecamuk tanpa tanda gencatan senjata.
Konflik yang telah berlangsung hampir tiga tahun ini telah merenggut 12.456 jiwa warga sipil menurut catatan PBB.
Bagi sobat andi yang tertarik dengan topik seputar hubungan internasional, dapat membaca buku berjudul “Agama dan Kajian Hubungan Internasional” melalui link dibawah ini.
Baca disini: Agama dan Kajian Hubungan Internasional.